Inggris Desak Gencatan Senjata Yaman Lewat Resolusi DK PBB

New York: Inggris mengajukan resolusi Dewan Keamanan PBB (DK PBB), menyerukan gencatan senjata segera di kota pelabuhan Yaman, Hodeidah. Juga jaminan pengiriman makanan dan obat-obatan yang aman.

Rancangan resolusi itu ditentang Arab Saudi, yang memimpin serangan udara terhadap pemberontak Houthi. Tidak jelas apa upaya yang disiapkan Amerika Serikat guna mendorong usulan ke pemungutan suara di DK PBB. Upaya perdamaian paralel yang dipimpin PBB tergantung pula pada perimbangan ketika negosiasi terus berlanjut melalui jalur aman pemberontak Houthi menuju pembicaraan damai di Swedia.

Baca juga: Inggris Desak DK PBB Tangani Krisis Yaman.

Di hari yang sama resolusi itu diedarkan di antara anggota dewan, penduduk Hodeidah melaporkan kembalinya pengeboman oleh koalisi yang dipimpin Saudi, mengakhiri jeda singkat dalam pertempuran di kota tersebut.

Dilansir dari Guardian, Selasa 20 November 2018, resolusi itu menetapkan tenggat waktu dua pekan baik bagi pemberontak Houthi yang mengendalikan Hodeidah maupun koalisi yang dipimpin Saudi untuk menyingkirkan semua penghalang bantuan kemanusiaan, menurut sebuah salinan yang dilihat oleh AFP sebelum sidang DK PBB pada Senin.

Tidak jelas kapan pemungutan suar soal resolusi Inggris. Pemimpin de facto Arab Saudi, Putra Mahkota Muhammad bin Salman, mengaku keberatan ketika Menteri Luar Negeri Inggris, Jeremy Hunt, mengunjungi Riyadh, Senin lalu. 

Inggris telah memutuskan terus maju dengan resolusi itu, memicu perdebatan. Mansour al-Otaibi, duta besar dari Kuwait, anggota koalisi yang saat ini memiliki kursi di DK PBB. “Kami ragu resolusi akan disahkan pada pekan ini. Masih ada banyak hal yang keliru dalam resolusi (usuan Inggris) itu,” ujar Otaibi.

Tidak pasti apa tanggapan AS. Menlu AS, Mike Pompeo, tidak meminta resolusi ditunda, tetapi para diplomat di PBB mengatakan bagian lain dari pemerintahan Trump memiliki pandangan yang berbeda tentang waktu resolusi, dan seberapa besar tekanan atas Riyadh.

Baca juga: 149 Orang Tewas dalam Baku Tembak di Yaman.

Pompeo dan Menteri Pertahanan AS, James Mattis, mengeluarkan seruan untuk gencatan senjata dan memulai pembicaraan damai bulan ini. Langkah itu ditafsirkan beberapa kalangan sebagai peningkatan tekanan pada Arab Saudi dan sekutu-sekutu  Teluk-nya buat mengekang operasi militer dan menerima persetujuan perdamaian.

Pembunuhan jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi, di Istanbul telah menempatkan hubungan dekat antara pemerintahan Trump dan Riyadh di bawah pengawasan yang lebih besar. Meskipun demikian, Donald Trump tidak menunjukkan tanda-tanda meninggalkan dukungannya bagi Pangeran Mohammad bin Salman. 

Pertempuran Hodeidah mereda dalam tiga hari terakhir, meskipun warga mengatakan jet koalisi kembali terbang di atas kota pada Senin dan pihak Houthi terus memanfaatkan infrastruktur sipil demi tujuan militer.

Pemberontak merebut Sana’a dan Hodeidah pada 2014, yang mendorong Arab Saudi dan para sekutunya campur tangan di pihak pemerintah Yaman setahun berikutnya. Hampir 10.000 orang tewas sejak itu, menurut Organisasi Kesehatan Dunia, dalam apa yang disebut PBB sebagai krisis kemanusiaan terburuk. Sejumlah kelompok HAM meyakini bahwa jumlah korban sebenarnya mungkin lima kali lebih tinggi.

(FJR)

Bom Mobil di Tikrit Tewaskan Lima Orang

Lokasi bom mobil di kota Sadr, Irak, 28 Agustus 2017. (Foto: AFP)

Tikrit: Sebuah ledakan dari bom mobil menewaskan sedikitnya lima warga sipil dan melukai 16 lainnya di kota Tikrit, Irak utara, Minggu 18 November 2018. Mobil berisi bom itu terparkir dekat sebuah restoran di Tikrit, kota yang berlokasi sekitar 175 kilometer dari Baghdad.

Menurut sumber kepolisian setempat, ledakan membuat hampir 12 kendaraan terbakar. Beberapa sumber lainnya mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa tiga dari korban tewas adalah wanita.

Disitat dari laman Al Jazeera, rumah sakit utama di Tikrit mengaku menerima sejumlah korban luka ledakan. Hingga saat ini, belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas bom mobil tersebut.

Dalam beberapa serangan terdahulu di Irak, kelompok militan Islamic State biasanya mengklaim bertanggung jawab lewat situs propaganda Amaq.

Bulan ini terjadi serangkaian pengeboman di sekitar Baghdad. Serangan di sebuah rumah petinggi badan keamanan di Irak barat beberapa waktu lalu menewaskan sembilan orang.

ISIS terusir dari Tikrit pada 2015. Akhir tahun lalu, pasukan Irak mengaku telah menghabisi grup bersenjata tersebut dari sejumlah markasnya di seantero negeri.

Sejak saat itu, ISIS lebih sering melakukan pengeboman di ruang publik dan juga fokus menyerang pasukan keamanan Irak.

Pasukan Irak mengaku mengawasi ketat wilayah dekat perbatasan Suriah atas kekhawatiran militan ISIS akan menyeberang ke negara tetangga.

Irak mengestimasi sedikitnya 2.500 militan ISIS masih aktif di Deir Ezzor dan kota Suriah lainnya yang berbatasan dengan Irak.

(WIL)

Deretan Fakta Proses Hukum Kasus Khashoggi

Riyadh: Jurnalis asal Arab Saudi, Jamal Khashoggi, tewas dibunuh pada 2 Oktober di konsulat negaranya di Istanbul, Turki. Khashoggi adalah seorang kontributor yang pernah bekerja untuk surat kabar The Washington Post

Menurut keterangan kantor jaksa penuntut umum Arab Saudi pada Kamis kemarin, Khashoggi dibius dan dipotong-potong, kemudian jasadnya dibawa keluar dari konsulat, 

Berikut deretan fakta proses hukum kasus Khashoggi yang dirangkum kantor berita AFP, Sabtu 17 November 2018.

21 Tersangka

Sebanyak 21 orang, semua warga Saudi, dijebloskan ke dalam tahanan terkait pembunuhan Khashoggi. Kantor kejaksaan Saudi tidak menyebutkan identitas mereka. Dari 21 tersangka, 11 telah didakwa dan penyelidikan terus berlanjut.

Kantor kejaksaan Saudi merekomendasikan hukuman mati terhadap lima terdakwa yang “dituduh memerintahkan dan melakukan kejahatan.”

Lima Pejabat Arab Saudi Dipecat

Pada 20 Oktober, Riyadh memecat lima pejabat Saudi — dua di antaranya merupakan bagian dari lingkaran dalam Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman — dan menahan 18 tersangka yang identitasnya tidak disebutkan.

Jenderal Ahmad al-Assiri, yang dipecat sebagai wakil kepala intelijen, terimplikasi dalam pernyataan jaksa. Pernyataan itu menyebutkan bahwa seorang “mantan” wakil kepala intelijen memerintahkan “pemimpin misi” untuk “membawa kembali korban dengan cara persuasi, dan jika persuasi gagal, maka lakukan dengan paksaan.”

Penasihat media kerajaan, Saud al-Qahtani, juga sudah diberhentikan. Meskipun tidak disebutkan namanya oleh kantor kejaksaan, dikatakan bahwa “mantan penasihat” memainkan peran sentral dalam operasi itu.

Mohammed al-Rumaih, Abdullah al-Shaya, dan Rashad al-Muhamadi — yang semuanya memegang jabatan di dinas intelijen kerajaan — juga dipecat.


Pangeran Mohammed bin Salman. (Foto: AFP)

Sanksi AS bagi 17 Warga Arab Saudi

Amerika Serikat pada Kamis kemarin menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap 17 warga Saudi yang diduga terlibat pembunuhan Khashoggi. Tiga dari mereka adalah Qahtani, Maher Mutreb dan Mohammed al-Otaibi. 

Kementerian Keuangan AS mengatakan, Qahtani dikenai sanksi karena “menjadi bagian dari perencanaan dan pelaksanaan operasi yang mengarah pada pembunuhan” Khashoggi. Mutreb, seorang pembantu dekat Qahtani, disebut sebagai orang yang “mengoordinasi dan mengeksekusi” jalannya misi. Sementara al-Otaibi adalah Konsul Jenderal Saudi di Istanbul, kota tempat Khashoggi dibunuh.

Washington Post melaporkan pada Jumat kemarin bahwa Badan Intelijen Pusat AS telah menyimpulkan bahwa Pangeran Mohammed, “penguasa de facto” kerajaan Arab Saudi, berada di balik pembunuhan Khashoggi.

Juru bicara kantor kejaksaan Saudi Shaalan al-Shaalan mengatakan pada Kamis kemarin bahwa Pangeran Mohammed “tidak tahu” tentang pembunuhan Khashoggi.

Baca: Erdogan Bagikan Rekaman Khashoggi ke 5 Negara

Jasad Khashoggi

Pertengkaran fisik terjadi saat Khashoggi memasuki konsulat di Istanbul. Kantor kejaksaan Saudi menyebut Khashoggi “diringkus sejumlah orang dan disuntik obat bius dalam dosis besar hingga overdosis, dan kemudian meninggal dunia.”

Setelah itu, jasad Khashoggi dimutilasi, “dipindahkan ke luar konsulat” dan diserahkan kepada “kolaborator.” Kantor kejaksaan Saudi mengaku belum mengetahui mengenai apa yang terjadi selanjutnya terhadap potongan jasad Khashoggi.

(WIL)

Jokowi Diskusikan Investasi dengan PM Kepulauan Solomon

Port Moresby: Indonesia dan Kepulauan Solomon adalah dua negara yang memiliki beberapa kesamaan. Keduanya merupakan bangsa Pasifik, memiliki etnis Melanesia, juga merupakan negara kepulauan, dan menghadapi tantangan sama, termasuk di bidang perubahan iklim.
 
Saat melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Kepulauan Solomon Rick Houenipwela, Presiden Joko Widodo mengharapkan hubungan yang lebih erat di antara kedua negara. Untuk meningkatkan kerja sama antarkedua negara, Presiden menyampaikan beberapa hal, di antaranya dengan meningkatkan investasi Indonesia di Kepulauan Solomon. 

“Saya harap, Indonesia diberikan kesempatan berkontribusi dalam mengembangkan perekonomian Kepulauan Solomon,” ujar Presiden di Hotel Hilton, Port Moresby, Sabtu 17 November 2018.

Dalam bidang perekonomian, pengembangan produk kelapa sawit menjadi salah satu fokus pembahasan. Kepulauan Solomon disebut tertarik untuk mengembangkan produk tersebut.
 
“Indonesia memiliki nilai tambah yang cukup tinggi dalam industri kelapa sawit. Saya ingin dorong perusahaan Indonesia untuk mengembangkan sawit di Kepulauan Solomon,” ujar Presiden.
 
Selain kelapa sawit, Indonesia berharap dapat bekerja sama dalam industri perikanan di Kepulauan Solomon. Presiden berharap, industri ini dapat menjadi sektor penting dalam kerja sama ekonomi Indonesia-Kepulauan Solomon. 

Sementara itu, dalam bidang pariwisata, Indonesia siap membantu Kepulauan Solomon untuk mengembangkan pariwisata khususnya eco-tourism. Beberapa wilayah di Indonesia, sudah mengembangkan pariwisata berbasis lingkungan.
 
“Indonesia juga siap kerja sama di bidang kelautan, khususnya pengembangan daerah pesisir dan pengelolaan bencana,” lanjutnya.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden juga menyampaikan apresiasi atas sikap tegas posisi Kepulauan Solomon untuk menghormati kedaulatan Indonesia.
 
“Saya menghargai posisi Kepulauan Solomon yang mendukung integritas wilayah Indonesia. Saya menghargai pandangan Yang Mulia terhadap perkembangan di Papua,” ujar Presiden.
 
Kepada PM Kepulauan Solomon, Presiden pun menjelaskan pembangunan yang telah dilakukan di Papua dan Papua Barat dalam empat tahun terakhir.
 
“Pembangunan 4.174 km jalan, 7 bandara, dan 15 pelabuhan. Peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan masyarakat, pemberdayaan ekonomi masyarakat serta kebijakan BBM satu harga. Dengan pembangunan in, saya yakin kesejahteraan rakyat Papua akan semakin baik,” ucapnya.

Turut mendampingi Presiden dalam pertemuan bilateral ini, antara lain Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong, Duta Besar Indonesia untuk Papua Nugini Ronald J.P. Manik, Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Desra Percaya, dan Staf Khusus Presiden Adita Irawati.
(WIL)

Delapan Pasukan Perdamaian PBB Tewas Diserang di Kongo

Pasukan PBB MONUSCO yang bertugas di Kongo. (Foto: AFP).

Kididiwe: Delapan pasukan perdamaian PBB tewas dalam operasi melawan milisi pemberontak di Kongo timur. Dewan Keamanan PBB memastikan laporan tersebut pada Kamis 15 November.

“Satu anggota pasukan penjaga perdamaian asal Tanzania dan tujuh Malawi tewas,” pernyataan pihak DK PBB, sepeti dikutip AFP, Jumat, 16 November 2018.

Kematian delapan anggota MONUSCO ini menandai kehilangan terbesar yang dialami oleh pasukan PBB di Republik Demokratik Kongo sejak pemberontak menewaskan 15 tentara hampir setahun lalu.

Sebelumnya, Wakil Kepala Pasukan Penjaga Perdamaian MONUSCO Jenderal Bernard Commins mengatakan, operasi gabungan diluncurkan dengan pasukan Kongo pada Selasa 13 November melawan Pasukan Demokratis Sekutu (ADF). Mereka juga menghadapi kelompok militan yang dituduh melakukan serangan berdarah terhadap warga sipil.

Serangan itu ditujukan ke Kididiwe, sekitar 20 kilometer  dari Beni, kota yang memiliki populasi antara 200.000 dan 300.000 penduduk.

“Kami bertahan Kididiwe saat ini, setelah pertempuran sengit dengan kelompok bersenjata. Saat ini, kami sedang mengevakuasi pasukan PBB dan tentara Kongo yang terluka,” katanya kepada AFP.

Commins menggambarkan Kididiwe sebagai ‘benteng utama’ ADF. Sementara Seorang pejabat Kongo, yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa kota itu telah digunakan sebagai batu loncatan untuk serangan-serangan milisi di daerah pinggiran Beni tahun ini.

Pada Rabu, Commins mengatakan MONUSCO telah mengerahkan helikopter serang terhadap pasukan ADF yang mengancam pasukan PBB di daerah Mayangose, timur laut Beni. Wilayah ini juga dikenal sebagai lokasi wabah Ebola yang menyebabkan lebih dari 200 orang Tewas.

Dalam pernyataannya, DK PBB menilai bahwa “serangan yang disengaja menargetkan pasukan perdamaian mungkin merupakan kejahatan perang di bawah hukum internasional.” PBB pun menyerukan penyelidikan dari Pemerintah Kongo dan memperingatkan bahwa serangan terhadap personel PBB merupakan dasar untuk sanksi.

(FJR)

Saudi Inginkan Kesepakatan Kerja Sama Penyelidikan Khashoggi

Jamal Khashoggi tewas dibunuh di Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki Oktober lalu. (Foto: AFP).

Riyadh: Pemerintah Arab Saudi meminta Turki menandatangani kesepakatan kerja sama untuk menyelidiki pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Jurnalis Arab Saudi itu tewas di gedung Konsulat Jenderal Arab Saudi di Istanbul.

“Kantor kejaksaan publik meminta pihak berwenang Turki untuk menandatangani mekanisme kerja sama khusus yang khusus untuk kasus ini. Kerja sama ditujukan agar mereka hasil penyelidikan,” pernyataan Pemerintah Arab Saudi, seperti dikutip dari kantor berita SPA, Kamis 15 November 2018.

“Jaksa penuntut umum masih menunggu jawaban atas permintaan ini,” imbuh pernyataan tersebut.

Baca juga: Pembunuh Khashoggi Bawa Suntikan dan Alat Kejut.

Khashoggi yang dikenal sebagai pengkritik Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, dibunuh di gedung konsulat pada Oktober lalu. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menduga pembunuhan ini melibatkan petinggi yang berkuasa di pemerintahan Arab Saudi.
 
Pembunuhan Khashoggi memicu kemarahan dunia internasional, tetapi sedikit sekali tindakan yang diambil negara besar terhadap Arab Saudi. Eksportir minyak terbesar di dunia itu dikenal sebagai sekutu terdekat AS dan mendukung rencana menghalau pengaruh Iran di Timur Tengah.
 
Lebih lanjut mengenai kasus ini, Erdogan mengatakan bahwa pembunuhan Khashoggi jelas direncanakan dengan matang dan perintahnya datang dari pejabat tertinggi di Negeri Petrodolar. Dia menambahkan tidak percaya bahwa Raja Salman berada di balik semua ini.

Baca juga: Erdogan: Saudi Terkejut dengan Rekaman Pembunuhan Khashoggi.

Erdogan sebelumnya mendengarkan rekaman dari pembunuhan Khashoggi kepada pejabat Kanada, Amerika Serikat (AS), Jerman, Prancis dan Inggris. Rekaman itu termasuk kejadian pembunuhan dan perbincangan sebelum operasi. Hal ini membuat pihak Turki bahwa pembunuhan dilakukan dengan perencanaan, meskipun Pemerintah Arab Saudi terus membantah keterlibatannya.
 
Jaksa Arab Saudi mengatakan bahwa pembunuhan Khashoggi direncanakan di tempat. Sementara Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir menegaskan bahwa Pangeran Mohammed tidak ada sangkut paut dengan kasus itu.
 

(FJR)

Gencatan Senjata Berlaku di Gaza, Serangan Terhenti

Seorang warga berada di antara reruntuhan rumah di Rafah, Jalur Gaza, 14 November 2018, yang hancur terkena serangan udara Israel. (Foto: AFP/SAID KHATIB)

Gaza: Sebuah gencatan senjata antara Israel dengan sejumlah grup militan di Gaza, terutama Hamas, mulai berlaku hari ini, Rabu 14 November 2018. Gencatan senjata ini tercapai usai kedua kubu dimediasi Mesir.

Tidak ada aksi kekerasan lanjutan usai gencatan senjata diberlakukan. Namun gencatan senjata ini memicu ketegangan di internal pemerintahan Israel, karena ada pihak yang setuju dan tidak.

Menteri Pertahanan Israel mengundurkan diri saat mengetahui Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menerima perjanjian gencatan senjata. “Musuh kami memohon untuk adanya gencatan senjata,” tutur PM Netanyahu, seperti dikutip dari kantor berita AFP.

Hamas menganggap gencatan senjata ini sebagai kemenangan. Ribuan warga Gaza turun ke jalanan dan merayakan perjanjian ini sejak disepakati pada Selasa malam.

Baca: Israel Luncurkan Serangan ke Gaza, Stasiun TV Hamas Hancur

“Kami telah melindungi diri dan rakyat dari agresi Israel,” ucap pemimpin Hamas, Ismail Haniya. Perjanjian gencatan senjata ini diumumkan sejumlah grup militan termasuk Hamas pada Selasa.

Haniya menegaskan Hamas akan tunduk pada perjanjian ini selama Israel juga melakukan hal yang sama.

Seorang sumber diplomatik yang mengetahui mengenai perjanjian ini mengatakan “situasi masih sangat rentan, dan bisa saja (kekerasan) meletus kembali.”

“Situasi dalam 48 jam terakhir sangat berbahaya, dan segala upaya harus dilakukan untuk menghindari meningkatnya ketegangan,” lanjut dia.

Aksi kekerasan sejak Senin kemarin menewaskan tujuh warga Palestina di Gaza. Militan di Gaza merespons dengan meluncurkan serangkaian roket ke arah Israel, yang dilaporkan menewaskan satu orang.

Militer Israel mengatakan ada sekitar 460 roket yang diluncurkan dari arah Gaza dalam beberapa hari terakhir. Selain menewaskan satu orang, 27 warga Israel dilaporkan terluka, tiga dari mereka menderita luka serius.

(WIL)

Iran akan Gugat AS atas Sanksi Transportasi Maritim

Teheran: Iran mengatakan pihaknya berencana untuk menuntut Amerika Serikat (AS) pada Organisasi Maritim Internasional (IMO). Hal ini terkait sanksi terhadap transportasi maritimnya.
 
Mohammad Rastad, direktur pelaksana Pelabuhan dan Organisasi Maritim Iran, dikutip oleh media, berkata  bahwa pengaduan untuk efek yang sama akan diajukan ke IMO di London pekan depan. Intinya apa yang ia gambarkan sebagai “sanksi dan pembatasan AS yang kejam terhadap transportasi maritim.”
 
Rastad menambahkan bahwa aduan Iran akan didasarkan pada hukum internasional yang mengatur industri maritim, menekankan bahwa Teheran akan menerbitkan dokumen resmi yang merinci titik-titik di mana Washington dapat dinyatakan bersalah melanggar undang-undang tersebut.
 
Pemerintahan Presiden AS Donald Trump melanjutkan sanksi terhadap industri minyak, pengiriman, dan perbankan Iran pada Senin lalu. Beberapa bulan sebelumnya, ia mundur dari kesepakatan nuklir antara Iran dan enam kekuatan dunia.
 
Perwakilan Khusus AS untuk Iran Brian Hook mengatakan pekan lalu bahwa kapal-kapal Iran akan kehilangan akses ke pasar asuransi internasional di bawah sanksi AS dan akan menjadi risiko bagi pelabuhan dan kanal yang memungkinkan mengakses mereka.
 
“Dari Terusan Suez ke Selat Malaka dan semua titik di antaranya, tanker Iran tidak boleh melintas,” kata Hook, seperti disitat dari Press TV, Selasa 13 November 2018.
 
Hook juga meningkatkan kemungkinan bahwa negara-negara dan operator pelabuhan dapat menghadapi hukuman AS bila memfasilitasi apa yang disebutnya ‘kegiatan ilegal’ Iran jika mereka mengizinkan akses kapal Iran ke saluran perairan internasional dan fasilitas pelabuhan.
 
Hal ini ditanggapi Teheran, pejabat tinggi Angkatan Laut menekankan bahwa pasukan bersenjata Iran akan dikerahkan “untuk melindungi tanker minyak negara itu dari segala ancaman.”
 
Para pejabat AS telah mengatakan sanksi dimaksudkan menurunkan ekspor minyak Iran ke nol. Namun, para pejabat Iran berulang kali menolak kelayakan ini, menekankan bahwa konsumen internasional tidak bisa lepas dari pasokan Iran.
 
Wakil Presiden Pertama Iran Es’haq Jahangiri mengatakan pada akhir Oktober bahwa pemerintahnya telah merancang mekanisme untuk melawan dampak kembali berlakunya sanksi AS atas ekspor minyak negara tersebut.
 
Jahangiri menekankan bahwa Iran memiliki rencana serius untuk mempertahankan ekspor minyak di atas satu juta barel per hari.

(FJR)

Australia Ungkap Kasus Stroberi Berjarum ke Publik

Stroberi Australia yang dijual di supermarket. (Foto: Channel News Asia).

Brisbane: Seorang mantan pengawas bidang pertanian di Australia didakwa karena telah ‘mencemari’ paket buah stroberi yang dijual di supermarket dengan jarum. Kasus ini sempat memicu kekhawatiran meluas di seantero Negeri Kanguru.

My Ut Trinh disebut sebagai pelaku utama teror jarum tersebut. Warga Australia ini pernah bekerja di salah satu pusat pertanian stroberi, tempat ditemukan buah yang ada jarumnya.

Dia ditangkap dan dituduh dengan tujuh pasal pelanggaran kontaminasi produk oleh polisi negara bagian Queensland. “Ini mungkin menjadi salah satu investigasi paling luar biasa yang saya selidiki,” kata Kepala Detektif Jon Wacker, dikutip dari Channel News Asia, Senin 12 November 2018.

Pengadilan menyebut pelaku termotivasi dendam ketika memasukkan jarum ke dalam buah. Jaksa menyebutkan hampir 200 keluhan muncul dari warga Australia terkait adanya jarum jahit pada paket stroberi sepanjang September lalu.

Wacker mengatakan kasus ini merupakan salah satu yang tersulit. Pasalnya, para penyelidik sampai melakukan tes DNA untuk mendapatkan bukti kuat.

“Ini mungkin merupakan salah satu penyelidikan tersulit yang pernah saya tangani” tuturnya.

Trinh terancam vonis hingga 10 tahun penjara jika terbukti bersalah. Petani stroberi menyambut baik terungkapnya kasus ini, namun mereka juga menyalahkan media sosial atas meluasnya krisis tersebut.

Queensland merupakan wilayah penghasil stroberi terbesar di Australia. Wilayah ini rentan terhadap kerugian besar akibat kasus stroberi berjarum tersebut.

(WIL)

Serangan Koalisi Tewaskan Puluhan Militan ISIS di Irak

Dua pesawat jet tempur F-15C Eagle milik AS. (Foto: AFP / CATRINUS VAN DER VEEN / ANP)

Erbil: Militer Irak yang dibantu pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat membunuh puluhan militan grup ekstremis Islamic State (ISIS) dalam sejumlah operasi terpisah di wilayah Irak utara. Rentetan operasi ini digelar sepanjang akhir Oktober.

Dalam pernyataan resmi koalisi AS pada Minggu 11 November 2018, disebutkan bahwa pasukan Irak beserta mitra Washington melancarkan serangkaian serangan udara di Gunung Khanukah pada 30 Oktober. Serangan tersebut menewaskan lima militan senior dan 30 ekstremis lainnya.

“Beberapa petinggi Daesh yang tewas dalam serangan udara itu pernah beraksi di wilayah Salahuddin, Kirkuk, Nineveh dan Anbar,” ucap koalisi AS, seperti dikutip dari kantor berita Kurdistan24. Daesh adalah akronim lain dari ISIS.

Sejumlah militan yang tewas lainnya disebut koalisi pernah melancarkan serangan dengan menggunakan bom rakitan di Sharqat, Qayarrah, Salahuddin dan Kirkuk. Dalam operasi pada 31 Oktober, koalisi AS dan Irak berhasil membunuh 20 militan ISIS di Gunung Makhmour.

“Operasi terdiri dari gempuran udara yang diikuti serangan darat oleh Pasukan Khusus Irak,” lanjut koalisi AS.

“Keberhasilan dari serangan oleh ISF (Pasukan Leamanan Irak) ini telah mengganggu jaringan ISIS, yang belakangan berusaha bangkit kembali,” ucap Mayor Jenderal Patrick Roberson asal AS. 

Meski Irak telah mendeklarasikan kemenangan melawan ISIS pada Desember tahun lalu, grup tersebut masih bisa melancarkan serangan secara sporadis, termasuk pengeboman, pembunuhan dan penculikan.

(WIL)

Banjir Bandang di Yordania Tewaskan 11 Orang

Kota Petra, salah satu Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO. (Foto: AFP/KHALIL MAZRAAWI)

Petra: Banjir bandang menewaskan sebelas orang di Yordania dan memaksa hampir 4.000 turis untuk melarikan diri dari kota ternama Petra, Sabtu 10 November 2018. Ini merupakan banjir bandang kedua di Yordania sejak akhir Oktober lalu.

Juru bicara badan pertahanan sipil Yordania Iyad Amru mengatakan kepada saluran televisi nasional bahwa lima orang dikonfirmasi meninggal dunia akibat banjir di wilayah barat daya Amman. Banjir terjadi usai Yordania selatan diguyur hujan deras.

Sementara di wilayah timur, tiga orang tewas tersapu banjir di dekat Dabaa di Desert Highway, satu dari tiga jalur arteri utama Yordania. Satu orang lainnya tewas di dekat daerah Maan.

Seperti dilansir dari kantor berita AFP, jubir pemerintah Yordania Jumana Ghneimat mengatakan akses jalan raya utama Desert Highway terputus akibat banjir. Militer Yordania mengerahkan helikopter dan kendaraan ATV untuk membantu operasi pencarian dan penyelamatan.

Satu korban tewas dilaporkan badan pertahanan sipil berasal dari regu penyelamat. Tayangan media lokal menyebut ketinggian banjir mencapai sekitar empat meter di beberapa wilayah kota Petra dan Wadi Musa.

Dinyatakan sebagai Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO pada 1985, kota Petra menyedot ribuan turis pada setiap tahunnya. Petra dikenal sebagai kota yang dipenuhi kuil serta makam kuno.

Oktober lalu, banjir bandang di wilayah Dead Sea Yordania menewaskan 21 orang. Sebagian besar korban tewas adalah anak-anak yang sedang melakukan tur lapangan. Menteri Pendidikan dan Pariwisata Yordania sama-sama mengundurkan diri pekan lalu karena merasa gagal merespons banjir tersebut.

(WIL)

Pemberontak Yaman Bertahan di Pelabuhan Hodeida

Sana’a: Pemimpin pemberontak Yaman berjanji tidak akan menyerah kepada pasukan yang didukung Arab Saudi. Sementara grup lembaga bantuan internasional menyerukan agar dibuka jalan yang aman bagi warga sipil yang terperangkap di medan tempur pelabuhan Hodeida.

Setelah enam hari pertempuran sengit yang menyebabkan 200 gerilyawan tewas, pasukan pro-pemerintah menekan lebih dekat ke jantung Hodeida. Terletak di tepi Laut Merah, kota itu kini dikuasai pemberontak Houthi dan di bawah blokade Saudi dan sekutunya.

“Musuh diuntungkan dengan jumlahnya yang semakin meningkat untuk menekan kota Hodeida,” kata pemimpin pemberontak Abdulmalik al-Huthi, seperti dikutip dari kantor berita AFP, Kamis 8 November 2018.

Kelompok bantuan internasional telah menyerukan kepada para pemberontak dan aliansi untuk memungkinkan warga sipil untuk melarikan diri dari kota berpenduduk padat dari 600.000 jiwa. Komite Internasional Palang Merah menghimbau pihak-pihak yang bertikai untuk menyelamatkan warga sipil dan infrastruktur sipil termasuk ambulans, rumah sakit, listrik, dan tanaman air.

Jutaan orang di seluruh Yaman bergantung pada bantuan kemanusiaan demi bertahan hidup dari perang saudara yang mematikan, penyakit dan kelaparan massal yang mengintai. Pihak berwenang menyatakan hampir 80 persen dari bantuan itu datang melalui Hodeida.

“Apa yang kami takutkan adalah bahwa eskalasi kekerasan sangat mungkin membahayakan upaya-upaya kemanusiaan, kata juru bicara UNICEF Juliette Touma.

Hampir 10.000 warga Yaman tewas sejak 2015. Negara itu kini berada di ambang kelaparan.

(WAH)

Pemindahan Kedubes Australia ke Yerusalem Rencana Tak Cerdas

Jakarta: Mantan Perdana Menteri Australia Kevin Rudd mengatakan bahwa rencana Australia untuk memindahkan kedutaan besar dari Tel Aviv ke Yerusalem adalah keputusan yang tidak tepat dan tidak cerdas.

“Keputusan Australia untuk memindahkan kedubes ke Yerusalem, tindakan yang tidak cerdas,” kata Rudd, di Hotel Le Meridien, Jakarta, Kamis 8 November 2018.

Pendapat pendahulu Tony Abbott ini tak serta merta didasari oleh hubungan baik Australia dan Indonesia, namun juga melihat dari hukum internasional yang berlaku.

“Sejak dulu, saya rasa Australia memilih untuk tetap berpegang pada Solusi Dua Negara (Two State Solution) untuk konflik Palestina-Israel. Kami yakin bahwa proses perdamaian Timur Tengah bisa dimulai,” lanjutnya.

Pasalnya, ujar Rudd, keputusan negara-negara yang ingin memindahkan kedubes ke Yerusalem, jelas akan menentukan proses perdamaian antar dua negara tersebut.

“Saya percaya, Indonesia memilik pandangan dan keyakinan kuat soal (konflik) ini. Sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar, Indonesia selalu konsisten,” tambahnya.

Wacana pemindahan kedubes ke Yerusalem ini diutarakan oleh Perdana Menteri Scott Morrison, Oktober lalu. Morrison mengaku “berpikiran terbuka” atas proposal yang mendorong pengakuan resmi Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Pernyataan PM Morrison ini jelas sangat bertolak belakang dengan kebijakan pemerintahan Australia yang sudah diberlakukan berdekade-dekade lalu.

(WAH)

Pejuang Ikonis Palestina Terluka Diserang Israel

Abu Amro dibawa tim medis usai terkena tembakan pasukan Israel di sepanjang perbatasan Gaza, Senin 5 November 2018. (Foto: MAHMUD HAMS/AFP/GETTY IMAGES)

Gaza: Seorang pemuda yang menjadi pejuang ikonis Palestina terluka akibat diserang pasukan Israel di sepanjang perbatasan Jalur Gaza. Pria bernama A’ed Abu Amro ini dikenal luas usai fotonya yang memegang bendera Palestina serta katapel viral di media sosial.

Senin kemarin, Abu Amro ikut dalam aksi unjuk rasa di perbatasan utara Gaza untuk menentang blokade darat, laut dan udara oleh Israel. Abu harus dibawa tim medis usai terkena peluru tajam di bagian kaki.

Sejak Maret lalu, Abu ikut berunjuk rasa di sepanjang perbatasan Gaza-Israel setiap Jumat dan Senin. “Saya tidak pergi berunjuk rasa agar sengaja difoto seseorang. Tapi foto ini mendorong saya untuk terus berjuang,” tutur Abu Amro kepada kantor berita Al Jazeera, Selasa 6 November 2018.

Foto Abu Amro, satu tangan memegang bendera Palestina dan satunya lagi katapel, menjadi viral karena dianggap mirip dengan lukisan Revolusi Prancis “Liberty Leading the People.” Foto itu diambil oleh Mustafa Hassona, seorang jurnalis Anadolu Agency, saat unjuk rasa meminta pencabutan blokade Israel terhadap Jalur Gaza.


A’ed Abu Amro viral di media sosial. (Foto: Mustafa Hassona/Anadolu)

Baca: Konflik Palestina Israel Barometer Perdamaian Dunia

“Jika saya meninggal dunia, saya ingin tubuh saya dibungkus bendera yang sama. Kami mendesak hak kami untuk kembali. Kami berjuang untuk kehormatan kami dan masa depan generasi selanjutnya,” tutur Abu Amro kepada Al Jazeera akhir bulan lalu.

Ucapan Abu merujuk pada permintaan warga Palestina untuk kembali ke tanah mereka yang kini diduduki Israel. Sekitar 70 tahun lalu, sejumlah warga Palestina diusir oleh Israel dari wilayah tersebut.

Demonstran juga meminta Israel mengakhiri blokade terhadap Jalur Gaza, yang telah melumpuhkan perekonomian sekitar dua juta warga Palestina. Data Kementerian Kesehatan Gaza mencatat lebih dari 200 warga Palestina tewas dan ribuan lainnya terluka sejak unjuk rasa Great March of Return dimulai pada 30 Maret.

(WIL)

Mesir Tolak Menlu Brasil Terkait Kedubes di Yerusalem

Menlu Brasil Aloysio Nunes Ferreira. (Foto: AFP)

Kairo: Mesir menolak kedatangan Menteri Luar Negeri Brasil Aloysio Nunes Ferreira pekan ini. Awalnya, Ferreira akan diterima oleh Presiden Abdel Fattah el-Sisi.

Penolakan ini terkait dengan rencana Brasil untuk memindahkan kedutaan besar dari Tel Aviv ke Yerusalem. Pernyataan ini dilontarkan oleh presiden terpilih Brasil, Jair Bolsonaro.

Dilansir dari Channel News Asia, Selasa 6 November 2018, seharusnya Ferreira melakukan perjalanan ke Kairo pada 8 hingga 11 November mendatang.

Sumber Kemenlu Brasil yang tak ingin disebutkan namanya mengatakan, tak ada tanggal baru yang diajukan Mesir, yang menandakan tak akan ada kunjungan Ferreira ke Kairo.

Baca: Presiden Baru Brasil Ingin Pindahkan Kedubes ke Yerusalem

Namun, Kedutaan Besar Mesir di Rio de Janeiro masih bungkam dan tak memberikan keterangan apapun. 

Jika Bolsonaro menindaklanjuti janjinya, Brasil akan menjadi negara ketiga yang memiliki kedubes di Yerusalem, setelah Amerika Serikat dan Guatemala. Paraguay rencananya juga akan memindahkan kedubes setelah presiden barunya, Mario Abdo Benitez, terpilih.

Namun, langkah Bolsonaro ini ditentang oleh sejumlah warga Brasil. Mereka mengatakan, hal itu akan merusak hubungan Brasil dengan negara-negara Muslim.

(WIL)

Mesir Bunuh 19 Militan Penyerang Kristen Koptik

Sisa-sisa dari sebuah mobil terlihat pada 2 November 2018. Mobil itu diduga digunakan militan ISIS saat menyerang dua bus berisi jemaat Kristen Koptik di Minya, Mesir. (Foto: AFP/MOHAMED EL-SHAHED)

Kairo: Pasukan keamanan Mesir membunuh 19 militan yang diduga telah melancarkan serangan mematikan terhadap jemaat Kristen Koptik. Mereka semua tewas dalam baku tembak di provinsi Minya.

Tujuh penganut Kristen Koptik tewas dalam serangan terhadap dua bus di dekat sebuah biara di Minya pada Jumat kemarin. Kelompok militan Islamic State (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut SBOBET.

Baca: ISIS Serang Tiga Bus di Mesir, 7 Tewas

“Mereka tewas setelah polisi mengejar elemen teroris ke area gurun pasir di barat provinsi Minya,” ucap Kementerian Dalam Negeri Mesir, seperti dilansir dari kantor berita BBC, Minggu 4 November 2018.

Kemendagri Mesir merilis serangkaian foto jasad dan sebuah tenda yang disebutkan sebagai tempat persembunyian militan. Senjata api beserta propaganda ISIS terlihat berada di samping belasan jasad.

Serangan di dekat Biara St Samuel the Confessor di Minya juga membuat tujuh orang terluka, termasuk seorang anak-anak. Prosesi pemakaman para korban digelar pada Jumat dan Sabtu.

“Apa yang para teroris ini inginkan? Apakah mereka ingin kami membenci Muslim?” tanya Michael, 23, rekan salah satu korban.

Penganut Kristen Koptik adalah minoritas di Mesir, yang jumlahnya sekitar 10 persen dari total populasi negara tersebut.

(WIL)

 

Rusia jadi Tuan Rumah Pembicaraan Damai Taliban

Taliban yang ada di Afghanistan. (Foto: AFP)

Moskow: Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani telah setuju untuk melakukan pembicaraan damai dengan Taliban di Moskow. Ghani kabarnya akan mengirim sejumlah politisi senior.

“Pembicaraan itu dipastikan akan diselenggarakan pada 9 November 2018,” sebut pernyataan Kemenlu Rusia, dikutip dari Aljazeera, Minggu 4 November 2018.

“Rusia telah menegaskan kembali posisi bahwa tidak ada alternatif lain untuk penyelesaian masalah politik di Kabul,” lanjut pernyataan itu.

Baca: Ribuan Orang Iringi Pemakaman ‘Bapak Taliban’

Kendati demikian, pernyataan Rusia ini tak didukung oleh pernyataan dari Afghanistan. Mereka mengaku belum memberikan konfirmasi untuk hadir.

“Kami masih membicarakan dan bernegosiasi dengan pejabat Rusia. Kami belum mencapai kesepakatan dengan sbobet indonesia,” kata juru bicara Kemenlu Afghanistan, Sebghatullah Ahmadi.

Selain dari Afghanistan dan Taliban, Rusia juga kabarnya mengundang Amerika Serikat, India, Iran, Tiongkok, Pakistan dan lima negara bekas jajahan Soviet di Asia Tengah.

Sebelumnya, usulan pembicaraan ini pernah ditawarkan Moskow pada Agustus lalu dan sempat ditolak oleh Ghani.

(WIL)