Minna Padi Aset Manajemen & JATMAN mengingatkan pentingnya investasi pada masyarakat

KONTAN.CO.ID-JAKARTA.  PT Minna Padi Aset Manajemen dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat tentang baiknya investasi berkolaborasi dengan JATMAN mengadakan workshop selama dua hari dengan tema Internet & Financial Literacy “Learn & Invest” di Hotel Gran Alia Jakarta pada  8 dan 9 Desember 2018. 
Peserta yang hadir dalam acara ini adalah para ustadz dan ustadzah di bawah naungan JATMAN dari beberapa wilayah.
“Para dai penting untuk paham bagaimana melakukan investasi syariah yang baik, karena para dai ini nanti saat terjun ke majelis-majelis taklim bisa menjelaskan kepada masyarakat untuk cerdas dalam mengelola hartanya melalui investasi,” kata KH. Wahfiudin, Mudir Aam JATMAN 
Lanjut, karena syariah itu tujuan sebenarnya adalah keadilan. Adil berarti sasarannya adalah sosial horizontal di masyarakat sebagaimana ditegaskan dalam surat Al Maidah ayat delapan.
Direktur Minna Padi Aset Manajemen, Budi Wihartanto mengatakan jika saat ini jumlah orang yang mengerti tentang investasi baik syariah dan non-syariah masih kecil. “Kedepannya diharapkan kegiatan-kegiatan seperti ini bisa untuk lebih dikembangkan. Ini adalah trigger awal untuk kita melakukannya.
 “Tujuannya agar masyarakat luas bisa tahu jika investasi itu tidak melanggar syariat dan itu dikabarkan melalui dakwah yang cakupan masyarakatnya cukup banyak” kata Fadli, Manajer Investasi Minna Padi.
Di mana, saham-saham rokok dan alkohol tidak termasuk ketika ingin berinvestasi reksadana syariah. Selain itu, perusahaan dengan rasio modal 60{fba98901c8692dccf43ac1a66f227a6515a261fb48ff7e645b61ec78893e9732} modal dari hutang juga tidak diperdagangkan karena mengandung unsur riba. OJK juga cukup ketat untuk mengawasinya. 
Kegiatan ini kelola oleh Djalaluddin Pane Foundation (DPF), yayasan yang bergerak pada pelatihan-pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) kepada guru-guru khususnya di daerah. Untuk acara sendiri dihadiri sekitar 30 ustadz dan ustadzah.
Selain materi tentang finansial, peserta juga dibekali dengan materi tentang internet. Di era revolusi industri 4.0 ini semua sudah terhubung ke internet. “Sehingga setiap orang dituntut untuk cepat beradaptasi dengan kemajuan dan keterampilan memanfaatkan internet,” pungkas Ustad Saepuloh, Panitia Pelaksana.
Terkait dengan reksadana, manajemen yakin bahwa ruang tumbuhnya masih sangat besar kedepannya. “Investor reksadana keseluruhan sekitar 1-2 juta, masih sangat sedikit marketnya sehingga potensial bertumbuhnya masih sangat besar,” ujar Budi.
Hingga saat ini, tercatat total dana kelolaan AUM Minna Padi per November sebesar Rp 4,5 – Rp 4,6 triliun. Menurut catatan kontan.co.id total AUM ditargetkan mencapai Rp 4 triliun, yang artinya saat ini sudah melewati target dengan pertumbuhan 12,5{fba98901c8692dccf43ac1a66f227a6515a261fb48ff7e645b61ec78893e9732}.
Pada tahun 2019, Minna Padi berencana ekspansi dengan menerbitkan sekitar 1 – 2 produk reksadana baru. Adapun AUM pada tahun depan diharapkan mampu mencapai Rp 5 – Rp 5,5 triliun. 
Untuk menggenjot pertumbuhan, pemasaran akan ditingkatkan dengan merambah penjualan online, dimana sejauh ini telah memiliki 9 produk reksadana, di mana sebelumnya pada 2018 telah mendapatkan pernyataan efektif untuk 4 reksadana baru.
“Awal tahun 2019 kita ingin menggenjot reksadana baru. Target awal 2 miliar unit penyertaan ditambah menjadi 5 miliar unit penyertaan per reksadana atau setara Rp 5 triliun,”.
Saat ini, investor Minna Padi diperkirakan berkisar dari 3 ribu hingga 4 ribu investor dengan hampir keseluruhan investor ritel dibanding institusi.

Reporter: Sponsored
Editor: Tony Ardianto