Pejuang Ikonis Palestina Terluka Diserang Israel

Abu Amro dibawa tim medis usai terkena tembakan pasukan Israel di sepanjang perbatasan Gaza, Senin 5 November 2018. (Foto: MAHMUD HAMS/AFP/GETTY IMAGES)

Gaza: Seorang pemuda yang menjadi pejuang ikonis Palestina terluka akibat diserang pasukan Israel di sepanjang perbatasan Jalur Gaza. Pria bernama A’ed Abu Amro ini dikenal luas usai fotonya yang memegang bendera Palestina serta katapel viral di media sosial.

Senin kemarin, Abu Amro ikut dalam aksi unjuk rasa di perbatasan utara Gaza untuk menentang blokade darat, laut dan udara oleh Israel. Abu harus dibawa tim medis usai terkena peluru tajam di bagian kaki.

Sejak Maret lalu, Abu ikut berunjuk rasa di sepanjang perbatasan Gaza-Israel setiap Jumat dan Senin. “Saya tidak pergi berunjuk rasa agar sengaja difoto seseorang. Tapi foto ini mendorong saya untuk terus berjuang,” tutur Abu Amro kepada kantor berita Al Jazeera, Selasa 6 November 2018.

Foto Abu Amro, satu tangan memegang bendera Palestina dan satunya lagi katapel, menjadi viral karena dianggap mirip dengan lukisan Revolusi Prancis “Liberty Leading the People.” Foto itu diambil oleh Mustafa Hassona, seorang jurnalis Anadolu Agency, saat unjuk rasa meminta pencabutan blokade Israel terhadap Jalur Gaza.


A’ed Abu Amro viral di media sosial. (Foto:¬†Mustafa Hassona/Anadolu)

Baca: Konflik Palestina Israel Barometer Perdamaian Dunia

“Jika saya meninggal dunia, saya ingin tubuh saya dibungkus bendera yang sama. Kami mendesak hak kami untuk kembali. Kami berjuang untuk kehormatan kami dan masa depan generasi selanjutnya,” tutur Abu Amro kepada Al Jazeera akhir bulan lalu.

Ucapan Abu merujuk pada permintaan warga Palestina untuk kembali ke tanah mereka yang kini diduduki Israel. Sekitar 70 tahun lalu, sejumlah warga Palestina diusir oleh Israel dari wilayah tersebut.

Demonstran juga meminta Israel mengakhiri blokade terhadap Jalur Gaza, yang telah melumpuhkan perekonomian sekitar dua juta warga Palestina. Data Kementerian Kesehatan Gaza mencatat lebih dari 200 warga Palestina tewas dan ribuan lainnya terluka sejak unjuk rasa Great March of Return dimulai pada 30 Maret.

(WIL)